top of page

DALIL & KEUTAMAAN MENYANTUNI YATIM PIATU

Anak yatim merupakan mereka yang telah tidak mempunyai ayah untuk mengasihi dan memberikannya nafkah. Selain telah dicontohkan oleh Nabi SAW, Allah SWT juga sudah menyampaikannya di dalam Al Quran perihal keutamaan-keutamaan menyantuni anak yatim. Namun untuk batasan umur anak yatim yang berhak dan wajib mendapatkan santunan dan kasih sayang dari kita ternyata ada ketentuannya. Menurut istilah syara’ yang dimaksud dengan seorang anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dia baligh. Jadi, batas umur anak yatim adalah ketika anak tersebut sudah dewasa atau baligh.


Dalil Menyantuni Anak Yatim

Ada beberapa ayat Al-Qur'an yang secara jelas menerangkan tentang kedudukan anak yatim. Dijelaskan pula keutamaan bagi umat muslim yang memuliakan anak yatim.


Dalam Al-Qur'an, berbagai hal yang berkaitan dengan anak yatim disebutkan dalam 22 ayat. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan anak yatim begitu istimewa dalam ajaran Islam. Berikut beberapa ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang anak yatim.


1. Surat ad-Dhuha ayat 9

فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ


Artinya: Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.



2. An-Nisa ayat 36


۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا


Artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,


3. Al-baqarah ayat 177


۞ لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ


Artinya: Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.


4. Surat Al-Isra ayat 34

وَلَا تَقْرَبُوا۟ مَالَ ٱلْيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۚ وَأَوْفُوا۟ بِٱلْعَهْدِ ۖ إِنَّ ٱلْعَهْدَ كَانَ مَسْـُٔولًا


Artinya: Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya



5. Surat Al-Fajr ayat 17

كَلَّا ۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ ٱلْيَتِيمَ


Artinya: Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.



6. Surat Al-Baqarah Ayat 220


فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْيَتَٰمَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ ٱلْمُفْسِدَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


Artinya: Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana


----------


Deretan ayat Al-Qur'an tersebut menegaskan bahwa setiap muslim dianjurkan untuk berbuat baik kepada anak yatim.


Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang memberi makan anak yatim, maka baginya seperti dia memberi makan aku dan orang yang memberi minum kepada mereka, maka baginya seperti dia memberi minum aku."


Dari ayat-ayat atau dalil di atas, berbuat baik kepada anak yatim, salah satu bentuknya adalah menyantuninya disandingkan dengan berbuat baik kepada kedua orang tua dan karib kerabat. Dalam beberapa sumber dikatakan bahwa menyantuni anak yatim yang belum baligh ini fardlu kifayah hukumnya. Artinya wajib atas kaum muslimin, namun kewajibannya bisa diwakili oleh sebagian yang lain. Menyantuni anak yatim bisa dilakukan kapan saja, tetapi akan lebih utama lagi jika dilakukan di bulan Muharram dan bulan Ramadhan. Adapun anak yatim yang sudah baligh, maka sudah tidak berhak baginya untuk mendapatkan santunan anak yatim lagi. Namun, meskipun demikian baginya berlaku hukum lain yang diperuntukkan kepada orang fakir miskin, berupa zakat dan sedekah.


Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Kemuliaan anak-anak yatim benar-benar dipelihara dan dijaga oleh Rasulullah SAW. Pada waktu beliau masih hidup. Beliau senantiasa mendekati, berkumpul, dan bercakap-cakap dengan anak-anak yatim. Rasulullah SAW sendiri telah menempatkan dirinya sebagai penanggung jawab dunia akhirat, dan menjadi bapak dari mereka, sehingga beliau mendapat julukan sebagai Abul Yatama.


Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baiknya rumah kaum muslimin jika di dalamnya anak yatim diperlakukan secara baik dan seburuk-buruknya rumah orang Islam bila anak yatim diperlakukan secara buruk" (HR Ibnu Mubarak)


Kemuliaan anak-anak yatim juga dikemukakan dalam sabda Rasulullah SAW,

"Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap helai rambut yang disentuh tangannya." (HR Ahmad, ath-Thabrani, Ibnu Hibban)


Keutamaan menyantuni anak yatim, di antaranya adalah:


1. Mendapatkan Ketenangan di Surga

Salah satu dalil yang derajatnya shahih berkenaan dengan keutamaan sedekah terdapat pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, “ dari Sahl bin Sa’ad RA dia berkata:


Menyantuni akan yatim memberi ketenangan di surga.

Selain itu, dalam surah Al Baqarah ayat 220, Allah SWT berfirman yang artinya, “ mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Dari kedua hadits tersebut bisa diambil kesimpulan umum bahwa menyantuni anak yatim akan mendapatkan balasan di surga.


Terlebih, hal ini dikuatkan dengan hadits lain, seperti di bawah ini :

Barangsiapa yang memelihara anak yatim di tengah kaum muslimin untuk memberi makan dan minum, maka pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali apabila dia telah berbuat dosa yang tidak bisa diampuni.” [HR Tirmidzi]


Dosa yang pasti tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain atau syirik. Selama dosa ini jauh dari kita dan pada saat yang sama kita menyantuni anak yatim, maka ada jaminan kelak akan mendapatkan balasan berupa kemudahan untuk bisa masuk ke surga.


2. Mendapatkan Pahala Jihad

Hikmah dan keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya adalah mendapatkan pahala sebagaimana pahala jihad. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Nabi SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, yang artinya:

Berbahagialah orang-orang yang di rumahnya ada anak yatim karena Nabi SAW memberikan jaminan pertam, memiliki pahala yang setara dengan pahal jihad. Nabi SAW  pernah bersabda,

Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya dan bagaikan orang yang keluarg setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah..” [HR Ibnu Majah]


3. Keutamaan Menyantuni Anak Yatim : Mendapatkan Predikat Abror

Keutamaan menyantuni anak yatim berikutnya adalah bisa mendapatkan predikat sebagai abror atau orang yang berbuat kebaikan. Sebagaimana dalam firman Allah pada surah Al Insan ayat 5-6, yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas berisi minuman yang campurannya adalah air kafur, yakni mata air dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka bisa memancarkannya dengan sebaik baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya pada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.


4. Mendapatkan Pertolongan dari Allah

Menyantuni anak yatim akan mendatangkan pertolongan Allah.

Menolong anak yatim dalam berbagai bentuk kepedulian nyata adalah ibadah yang bisa mendatangkan pertolongan Allah. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa, :

”Barang siapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahnnya di dunia dan akhirat. Dan barang siapa yang menutupi air orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah menolong hamba Nya selam hamba itu menolong saudaranya.” [HR Muslim]


5. Menghindarkan Siksa Akhirat

Keutamaan menyantuni anak yatim lainnya adalah dapat menghindarkan dari siksa akhirat. Sebagai sebuah kewajiban komunal, dengan tegas Allah SWT perintahkan melalui ayat Nya dan sabda Nabi Nya, yang artinya:

Demi yang mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” [HR Thabrani dari Abu Hurairah]


6. Keutamaan Menyantuni Anak Yatim : Amal Investasi

Menyantuni anak yatim adalah investasi pahala.

Manfaat menyayangi anak yatim salah satunya adalah sebagai amal investasi di akhirat kelak, Nabi SAW pernah bersabda, yang artinya: “Apabila manusia mati maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh yang mendoakannya.” [HR Muslim dari Abu Hurairah]


7. Beruntung dan Menjadi yang Terbaik

Keutamaan menyantuni anak yatim adalah sebagai salah bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf dan nahi mungkar, sebagaimana sabda Nabi SAW berikut, “Siapa saja yang menyeru kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala yang mengerjakannya itu.” [HR Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud]


Setiap orang, khususnya anak-anak tidak dapat memilih agar dilahirkan dari orang tua yang mana juga dalam kondisi seperti apa. Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan dari kedua orang tua yang lengkap, berkecukupan secara ekonomis dan kondisi lainnya,  sama halnya seperti tidak bisanya kita memilih jenis kelamin kita saat dilahirkan ke dunia ini.

Artinya, dibalik ketentuan Allah tersebut ada hikmah yang luar biasa, berupa jalan untuk saling tolong menolong di antara sesama.

Dengan menyantuni, memelihara dan memuliakan anak yatim, kita memiliki peluang untuk mendapatkan keutamaan langsung dari Allah dan Rasul Nya sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.


-------------------------


KOMUNITAS INDOWIRA melalui pengurus DIVISI SOSIAL telah mendirikan YAYASAN https://amaliainsanfirdaus.org/ sebagai kendaraan amal kita untuk membantu Yatim Piatu dan Duafa.







1 view0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page